Jayapura – Persipura Jayapura ditinggal oleh sponsor utama kurang dari sebulan bergulirnya Liga 1. Meski demikian, ‘Mutiara Hitam’ dipastikan tetap berkompetisi.

PT Freeport Indonesia sudah menarik dukungannya pada Persipura. Hal itu merupakan imbas dari polemik kontrak antara perusahaan tembaga dan emas asal Amerika Serikat itu dengan pemerintah Republik Indonesia.

Bagi Persipura, Freeport merupakan penyandang dana utama dalam beberapa musim terakhir. Boaz Solossa cs. bahkan juga diberi bonus usai menjuarai Indonesia Soccer Championship.

Kekhawatiran Persipura tak bisa berkompetisi pun lantas mengemuka. Tapi, hal itu langsung dibantah oleh ketua umum Persipura, Benhur Tomi Mano.

“Puji Tuhan akhirnya Persipura bisa kami pastikan ikut kompetisi, dasarnya adalah kami dibantu pihak-pihak swasta, walaupun tidak besar tetapi masuk hitungan atau batas aman untuk operasional dan gaji pemain,” tegas Benhur kepada pewarta Minggu (19/3/2017) malam.

Selain pihak Swasta, Benhur juga mengaku dihubungi oleh pihak suporter, Persipura Mania. Ketua kelompok suporter Persipura itu, Wilson Samonsabra, juga diungkapkan menawarkan bantuan.

“Tapi saya sampaikan tidak perlu, kami sudah rapat manajemen, dan manajer sudah sampaikan hitung-hitungannya ke saya, jadi kesimpulannya kami sudah bisa bernapas,” kata Benhur.

Tawaran dari beberapa kepala daerah di Papua dan Papua Barat untuk pembiayaan Persipura disebut Benhur juga muncul. Tawaran itu juga sudah ditampik.

“Itu tidak bisa kami terima karena klub profesional tidak diperbolehkan menggunakan APBD. Ini uang dalam jumlah besar jadi kami tidak boleh gegabah, kami juga sudah jelaskan ke mereka dan mereka mengerti,” kata Benhur lagi.

(cas/mfi)