Cibinong – Myanmar berhasil menumbangkan Indonesia dalam laga persahabatan. Meski demikian, hasil itu rupanya di luar target sang pelatih Gerd Zeis.

Myanmar bertandang ke Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Selasa (21/3/2017) untuk pemanasan sebelum tampil pada Kualifikasi Piala Asia 2019. Di laga ini, Gerd membawa 21 pemainnya yang terdiri dari 11 pemain senior dan 10 pemain muda.

Dengan kombinasi itu, mereka berhasil tampil apik melawan Indonesia meski lebih dulu tertinggal lewat gol Nur Hardianto. Namun sampai akhir laga, Myanmar berhasil memetik kemenangan 3-1 melawan pemain timnas U-22 Indonesia.

Menurut Gerd, dalam laga ini dirinya tidak memasang target lebih. Dia hanya ingin melihat proses timnya setelah menjalani persiapan sebelum tampil di Kualifikasi Piala Asia 2019.

“Target pertandingan ini tidak penting. Yang penting adalah persiapan. Saya membawa campuran senior dan junior karena untuk persiapan di Kualifikasi Piala Asia,” kata Gerd dalam konferensi pers pasca pertandingan.

Keberhasilan Myanmar dalam menumbangkan Indonesia diakui Gerd berkat keputusannya menambah jumlah pemain senior di lapangan. Dengan jam terbang yang lebih oke, pemain U-22 Indonesia ketar-ketir di babak kedua.

“Permainan Myanmar memang awalnya lambat, tapi setelah melakukan perubahan di babak kedua semua berubah. Saya memasukkan pemain senior untuk mengubah permainan,” sambung pelatih asal Jerman itu.

()