The Reds – Juergen Klopp serba salah menggambarkan kemenangan The Reds atas Burnley. Tiga poin memuaskan, tapi performa timnya diakui tak bagus.

The Reds unggul 2-1 saat menjamu Burnley di Anfield, Minggu (12/3/2017) malam WIB. Tertinggal lebih dulu usai dibobol Ashley Barnes, The Reds bangkit dan berbalik unggul lewat Georginio Wijnaldum dan Emre Can.

Meski menguasai bola sebesar 64,5%, The Reds cukup kesulitan menciptakan peluang. Cuma 10 percobaan yang dilepaskan, tiga di antaranya tepat target. Sementara Burnley punya 11 upaya dan hanya satu yang mengarah ke gawang.

The Reds banyak kehilangan bola, 11 berbanding tiga kali dari Burnley. Tuan rumah juga kerepotan karena tamunya itu memenangi duel-duel, 34 kali unggul duel udara dan 25 kali memenangi tekel. Sementara The Reds cuma 24 kali unggul pertarungan udara dan hanya enam kali dalam tekel.

“Performanya sudah cukup untuk memenangi laga, tapi hasilnya masif untuk kami. Ini adalah kemenangan pertama yang kami petik dengan penampilan buruk,” kata Klopp kepada Sky Sports.

“Biasanya ketika kami tidak tampil bagus, kami ant menang. Saya mengatakan sebelum laga bahwa Burnley adalah tim yang paling konsisten dalam gaya permainan, mereka memainkan apa yang bisa mereka mainkan.”

“Mereka berusaha untuk bola-bola kedua, bola-bola panjang, tapi Simon Mignolet muncul untuk mengamankan kami, yang mana sangat penting,” imbuhnya dikutip BBC.

Klopp membenarkan perlu ada perbaikan di timnya. Meski demikian, performa buruk itu tetap menyisakan kegembiraan karena tiga poin yang diraih. Bagi Klopp ini jadi pelajaran bagus untuk timnya bisa memetik kemenangan meski performa sedang tak gereget.

“Jelas bahwa kami harus melakukan sejumlah hal lebih baik lagi. Kami tidak berada di performa yang terbaik sepenuhnya, tapi kami berusaha,” ujar Klopp.

“Saya menyukainya, ini adalah tipe laga yang belum pernah kami menangi sampai sekarang ini. Terasa agak aneh memang. Bukan laga yang paling berkesan, tapi tiga poin yang sangat menyenangkan,” demikian pria Jerman ini.

(raw/nds)