London – Arsene Wenger sedang menghadapi tekanan besar dan tuntutan untuk meninggalkan The Gunner. Pria Prancis itu dinilai tak mampu lagi membawa The Gunners kompetitif.

Wenger sudah 20 tahun memimpin The Gunner. Ketika datang di awal musim 1996/1997, The Gunner saat itu sedang mengalami periode yang kurang sukses.

Gelar Liga Inggris terakhir diraih pada 1990/1991, sementara gelar teranyar adalah Piala FA dan Piala Liga Inggris di musim 1992/1993. Cuma butuh semusim, Wenger langsung memberikan gelar ganda di musim keduanya dengan memenangi Premier League dan Piala FA di musim 1997/1998.

Sembilan musim pertama dilalui Wenger penuh sukses. Dia merengkuh total tiga titel liga dan empat trofi Piala FA di periode itu. Namun situasinya menjadi sulit setelahnya.

Seiring dimulainya pembangunan Emirates Stadium pada 2004, yang resmi dibuka pada 2006, The Gunner harus menjalani bertahun-tahun berikutnya menjalani pengetatan pengeluaran. Sampai kemudian utang itu diumumkan lunas pada 2014, Wenger tak bisa bergerak leluasa di bursa transfer.

The Gunner justru cenderung melepas para pemain terbaiknya untuk mendapatkan dana segar. Hal itu tentu saja berpengaruh ke prestasi klub, sehingga The Gunner melalui sembilan tahun tanpa gelar apapun. The Gunners baru mencicipi rasanya trofi lagi di musim 2013/2014 kala memenangi Piala FA, yang berlanjut ke musim berikutnya.

Tapi periode kering gelar selama kurang lebih satu dekade terakhir itu membawa efek merusak. Ketidakpuasan suporter terakumulasi. Sementara performa The Gunner yang tak kunjung kompetitif di papan atas maupun di Eropa justru menguatkan atmosfer negatif itu.

Musim ini The Gunner terancam tak finis di the big four Premier League, yang artinya gagal lolos ke Liga Champions. Mereka sementara ada di posisi enam dengan nilai 50 dari 27 laga, enam poin dari The Reds di posisi empat yang sudah bermain 29 kali.

Sementara di Liga Champions, untuk kali ketujuh secara berurutan anak-anak London utara ini tersingkir di babak 16 besar. Musim ini mereka disingkirkan dengan cara yang memalukan pula, tunduk agregat 2-10 dari Bayern Munich.

Wenger membenarkan jika belakangan performa The Gunner tak memuaskan. Tapi jika melihat kariernya di klub ini, pria 67 tahun merasa hasilnya membanggakan dan dia optimistis bisa memaksimalkan tim dari periode sulit, seperti yang sebelumnya.

“Tugas saya adalah membuat 100% orang bahagia. Kalau Anda melihat di mana posisi klub ketika saya tiba dan di mana posisinya sekarang, saya rasa saya cukup bangga dengan apa yang saya lakukan untuk klub,” kata Wenger dikutip Guardian.

“Kemudian kita hidup di sebuah periode di mana orang-orang sangat menuntut, saya bisa memahami itu tapi saya juga tahu itu.”

“Saya sudah memandu tim ini melalui periode yang sangat sulit, dengan sumber daya yang sangat-sangat terbatas. Dan saya selalu berhasil mengeluarkan kemampuan terbaik tim dan itulah yang akan saya lakukan selama di The Gunner Football Club,” tambahnya.

(raw/krs)