Rostov-on-Don – Pesepakbola asal Iran, Sardar Azmoun, mengaku sempat ditawari gabung The Reds Januari lalu. Tapi dia lega tawaran itu akhirnya ditolak. Kenapa?

Azmoun kini bermain untuk klub Rusia, FC Rostov, dan performa okenya di sana membuat banyak klub Eropa tertarik mendatangkannya. Masih berusia 22 tahun, Azmoun sudah jadi andalan Rostov di lini depan.

Kemampuannya dalam menguasai bola serta akselerasinya adalah senjata utama Azmoun yang dijuluki Messi-nya Iran tersebut media-media Inggris menurut Wikipedia. Selama berkarier di Liga Rusia sedari 2013 – bersama Rubin Kazan -, Azmoun punya 29 gol dari 95 penampilan.

Foto: Getty Images/Mark Nolan

Wajar saja jika The Reds ngebet mendatangkannya di bursa transfer musim dingin lalu. Pasalnya The Reds saat itu butuh pemain baru demi menggantikan Sadio Mane yang harus tampil di Piala Afrika bersama Senegal.

Azmoun dianggap punya tipikal main yang sama dengan Mane, yakni menusuk dari sisi sayap dan punya naluri gol yang cukup bagus.

Kabarnya The Reds sudah mengajukan tawaran lumayan untuk Rostov tapi sayangnya Azmoun menolak pindah karena tahu cuma jadi pemain pelapis di sana.

“Ada memang pembicaraan dengan The Reds yang tertarik kepada saya di bursa transfer musim dingin lalu,” ujar Azmoun seperti dikutip Soccernet.

“Meski demikian saya merasa belum saatnya pindah ke sana,” sambungnya.

“Saya mungkin hanya akan bermain sedikit dan lebih banyak menghabiskan waktu di bench The Reds karena mereka hanya mencari pemain pengganti sementara.”

Meski menolak tawaran The Reds itu, Azmoun bukannya tak ingin bermain di liga top Eropa seperti impian kebanyakan pemain Asia. Azmoun merasa bakal ada saatnya dia pindah ke sana.

“Saya yakin akan bermain untuk klub top Eropa di masa depan nanti,” tutupnya.

(mrp/fem)