Turin – Penjaga gawang dan kapten Juventus Gianluigi Buffon mengiyakan memenangi treble akan jadi tantangan besar. Meski begitu, bukan berarti Juve tidak bisa mencapainya.

Bianconeri masih bertahan di tiga kompetisi utama yang diikutinya. Di level domestik, Juventus dengan nyaman memimpin Serie A dengan keunggulan delapan poin dari musuh terdekatnya AS Roma, serta di ambang maju final Coppa Italia usai mengalahkan Napoli 3-1 di semifinal leg pertama.

Sementara itu di Liga Champions, laju Juventus juga mulus. Menghadapi Porto di babak 16 besar, La Vecchia Signora berhasil memenangi leg pertama di kandang lawan dengan skor 2-0. Itu artinya, Buffon dkk. cuma butuh minimal hasil seri di leg kedua untuk melenggang ke perempatfinal.

Tidak bisa dipungkiri bahwa Juve berada dalam pole position untuk mendominasi sepakbola Italia di musim ini. Tantangan terbesar akan hadir di level internasional di mana pasukan Massimiliano Allegri itu akan berhadapan dengan raksasa-raksasa dari beraneka penjuru Eropa.

“Treble adalah hal yang menantang dan kata yang sulit diucapkan,” ungkap Buffon kepada Mediaset Premium. “Kupikir Anda benar-benar perlu bermimpi besar, tapi Anda juga perlu untuk tetap membumi.”

“Tidak ada yang tidak mungkin untuk tim-tim seperti Juventus, Real Madrid atau Bayern Munich; tapi selalu dengan kaki menginjak bumi dan bekerja dengan rendah hati yang besar.”

“Kalau Anda terus rendah hati, tidak ada mimpi yang tidak dapat dijangkau, tapi kalau kami hanya memenangi Scudetto pun hal itu tidak akan menjadi kekecewaan,” imbuh Buffon.

Andai hanya Scudetto yang bisa diraih Juve maka, pencapaian itu pun tetap istimewa. Juve akan mengukir sejarah dengan menjadi tim pertama yang menjuarai Serie A untuk keenam kali berturut-turut.

(rin/raw)