Roma – AS Roma tampil dominan untuk menumbangkan SPAL 3-1. Hasil ideal menjelang laga penting di Liga Champions tapi tak sepenuhnya memuaskan pelatih Eusebio Di Francesco.

Tampil di depan publik sendiri di Olimpico, Sabtu (2/12/2017) dinihari WIB, Roma diuntungkan dengan pengusiran bek SPAL Felipe Dias di menit kesembilan. Menang jumlah pemain, Giallorossi memaksimalkannya dengan membuka keunggulan lewat Edin Dzeko 10 menit kemudian.

Kevin Strootman memperbesar skor Roma yang membubuhkan paruh pertama dengan keunggulan 2-0. Setelah turun minum, giliran Lorenzo Pellegrini mencetak gol ketiga Roma di menit ke-53.

Hanya dua menit berselang, Roma kebobolan. Wasit menunjuk titik putih bagi SPAL yang berhasil dimanfaatkan Federico Viviani untuk menipiskan ketinggalan, melalui tembakan pada bola rebound setelah eksekusinya tertepis.

Bagi Roma, keunggulan ini mendongkrak moral untuk menghadapi Qarabag di laga grup terakhir, Rabu (6/12) dinihari WIB. Roma yang menempati posisi kedua Grup C dengan delapan poin, butuh keunggulan untuk lolos ke fase knockout.

Di Francesco senang dengan determinasi Roma. Hanya saja, dia kesal karena Roma kebobolan dan hanya mencetak tiga gol dalam 37 percobaan, yang dihasilkan.

“Kami memiliki 37 tembakan pada hari ini, tapi seharusnya bisa lebih bagus soal penyelesaian,” ucap Di Francesco kepada Mediaset Premium, yang dilansir Football Italia. “Saya benar-benar kesal karena kami kebobolan.”

“Kami menginginkan keunggulan bagaimanapun cara. Penting untuk menghilangkan gangguan-gangguan kecil semacam ini. SPAL nyaris tidak memiliki tembakan ke arah gawang dan kami butuh keunggulan untuk persiapan melawan Qarabag.”

“Tujuan kami adalah lolos ke babak 16 besa Liga Champions dengan sebuah keunggulan melawan Qarabag. Pendekatan psikologis pada hari ini bagus dan kami membutuhkannya lagi pada hari Selasa.”

“Apa yang membuat saya kesal adalah kebobolan yang sama sekali tidak perlu,” sembur Di Francesco.

(rin/mrp)