Munich – Bintang muda Jerman dan Bayern Munich Joshua Kimmich digadang-gadang sebagai penerus Philipp Lahm. Namun, Kimmich tak mau dibandingkan dengan pendahulunya itu.

Lahm telah memutuskan pensiun pada akhir musim 2016-17 saat usianya baru 33 tahun. Kini, waktunya bagi Kimmich untuk membuktikan diri guna memenuhi ekspektasi.

Kimmich memang punya banyak persamaan dengan Lahm. Sama-sama berpostur di kisaran 1,7 meter, pesepakbola berusia 22 tahun sama-sama pernah menimba ilmu di Stuttgart dan sama-sama piawai beroperasi sebagai bek kanan maupun pemain tengah.

Pada akhir minggu lalu, Kimmich tampil impresif untuk membantu Jerman menghancurkan Norwegia 6-0 di lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2018. Dia menciptakan assist apik atas terciptanya gol keenam yang dicetak Mario Gomez.

“Philipp telah menikmati sebuah karier yang sempurna,” Kimmich mengatakan kepada Sport Bild. “Anda tidak akan pernah bisa menggantikan pemain seperti itu.”

“Selain itu, penting juga bagiku untuk menempuh jalanku sendiri. Aku tidak ingin orang-orang melihatku sebagai kloningan Philipp Lahm. Aku ingin melakukan banyak hal sebagai Joshua Kimmich.

Kimmich telah mengantongi dua medali juara Bundesliga dan satu Piala DFB. Di level internasional, mantan pemain RB Leipzig ini belum lama ini membantu Die Mannschaft menjuarai Piala Konfederasi. Piala Dunia 2018 kini menjadi panggung Kimmich selanjutnya.

“Joshua adalah salah satu talenta terbesar yang pernah saya saksikan dalam 10 tahun terakhir,” kata pelatih Jerman Joachim Loew. “Dia punya rasa lapar dan gairah yang besar. Dia bahkan selalu ingin berada di permainan terbaiknya di setiap latihan. Saya pikir dia bisa memiliki karier yang besar.”

()