Barca – Barca diklaim menjadi lebih seimbang selepas ditinggal Neymar. Hal itu diungkapkan oleh pemain tengah Blaugrana, Ivan Rakitic.

Neymar memutuskan hengkang dari Barca pada musim panas lalu. Striker asal Brasil itu pindah ke Paris Saint-Germain dengan nilai transfer mencapai 222 juta euro atau sekitar Rp 3,5 triliun.

Kepergian Neymar awalnya diprediksi membuat Barca terganggu, khususnya di lini serang. Tapi hal itu terbantahkan sejauh ini.

Barca belum terkalahkan di La Liga hingga jornada ke-13, mengoleksi 11 keunggulan dan dua hasil sebanding dengan poin 35. Lionel Messi dkk sudah mencetak 34 gol dan baru lima kali kebobolan. Mereka pun menjadi tim tersubur sekaligus tim dengan benteng terbaik.

Rakitic menilai kepergian Neymar membuat kekuatan Barca kini menjadi lebih merata. Secara keseluruhan, ia mengklaim Barca sudah berubah selepas ditinggal sang bintang.

“Kami memiliki lebih banyak keberanian saat Neymar berada di sini, mungkin itu adalah sesuatu yang kurang dari kami sekarang,” Rakitic mengatakan kepada El Mundo Deportivo seperti dilansir Daily Mail.

“Jika saya punya tongkat sihir, saya akan membawanya kembali. Dia adalah pemain yang akan Anda sukai dalam tim dan tentu saja saya lebih memilih dia berada di sini.”

“Tapi, nyatanya kami bekerja dengan sangat baik tanpanya di sini dan sekarang dia sudah berada di klub lain, jadi kurang pas kalau lebih banyak membicarakannya.”

“Kami sudah mengubah sistem kami dan sekarang lebih seimbang baik ketika bertahan maupun menyerang, meski kami masih punya ruang untuk peningkatan,” kata Rakitic.

Barca akan menghadapi Celta Vigo dalam lanjutan La Liga pada Sabtu (2/12/2017).

(yna/mfi)