London – Pelatih Bayern Munich Carlo Ancelotti berjanji akan menurunkan tim terbaiknya melawan The Gunner. Ancelotti tak mau kolaps seperti yang pernah dialami sebelumnya.

Bayern menuju markas The Gunner dengan keuntungan besar menyusul kemenangan 5-1 di leg pertama. Untuk lolos ke perempatfinal, Bayern Munich hanya perlu minimal hasil sebanding saat melawat ke Stadion Emirates, Rabu (8/3/2017) dinihari WIB.

Kendati dihadapkan pada pekerjaan yang lebih mudah daripada tim lawan, Ancelotti tidak tergoda untuk menurunkan tim pelapis. Apalagi, Ancelotti pernah merasakan pahitnya tersingkir karena lawan berhasil comeback.

Pada 2004, AC Milan yang ketika itu dilatih Ancelotti membuang keunggulan 4-1 di leg pertama babak perempatfinal Liga Champions sehingga disingkirkan Deportivo La Coruna usai tumbang 0-4 di leg kedua. Semusim berikutnya, Milan dipaksa merelakan gelar juara usai dikalahkan The Reds lewat adu penalti di final, padahal sempat memimpin 3-0 sampai halftime.

“Saya ingin melupakannya tapi tidak bisa,” ujar Ancelotti di Mirror. “Itu adalah keindahan sepakbola karena di dalam sepakbola Anda tidak akan pernah tahu dan saya pikir pengalaman itu bagus untuk saya agar terhindar dari masalah semacam itu.”

“Ini bisa menjadi sebuah kejadian bagus untuk memperlihatkan bahwa kami fokus dari awal dan kami ingin unggul. Kami tidak memikirkan keuntungan yang kami punya, hal itu memang penting tapi yang paling penting adalah bermain bagus selama 90 menit.”

“Kami ingin bermain sebuah pertandingan yang bagus di level terbaik kami, menghindari masalah dan menggunakan gaya bermain kami, identitas kami, kualitas kami untuk mencoba unggul,” cetus Ancelotti.

(rin/raw)