Jakarta – Edin Dzeko percaya AS Roma bisa membalas kekalahan 2-4 dari Lyon. Pengalaman meraih juara Liga Primer Inggris dibawa-bawanya.

Giallorossi akan menjamu Lyon dalam laga leg kedua 16 besar Liga Europa di Stadion Olimpico, Roma, Jumat (17/3/2017) dinihari WIB. Tim besutan Luciano Spalletti harus mencetak dua gol tanpa balas jika ingin melaju ke babak prempatfinal Liga Europa.

Upaya membalikkan keadaan tampaknya tidak akan sulit-sulit amat untuk Roma. Dzeko, yang merupakan striker Roma, percaya dalam sepakbola apapun bisa terjadi sebelum wasit meniup peluit akhir.

Dzeko sendiri punya kisah comeback dramtis saat masih berseragam Manchester City untuk berhadapan dengan QPR. Ketika itu, City yang unggul selisih gol tengah berebut gelar juara dengan Red Devils yang sama-sama mengoleksi 86 poin.

“Apa pun masih mungkin terjadi. Ketika saya berada di sana [Manchester] City, kami memenangi gelar liga pertama untuk klub setelah 40 tahun, dan hanya butuh empat menit sebelum pertandingan berakhir,” kata Dzeko disitus resmi Roma.

“Kami tertinggal 1-2 di menit pertama tambahan waktu melawan QPR, tapi kami menyamakan skor 2-2 dan kemudian [Sergio] Aguero mencetak gol untuk membawa kami unggul 3-2 dan memenangi gelar. Itulah sepakbola – semuanya mungkin. Saya selalu percaya itu,” beber pemain asal Bosnia-Herzegovian tersebut.

Namun, langkah Roma untuk membalikkan keadaan sedikit sulit. Ultras mereka menyatakan diri untuk tidak mendukung secara langsung di stadion. Itu terjadi lantaran ultras tidak senang dengan aturan-aturan di stadion yang semakin rumit.

“Di Roma, ada pemisahan yang berlebihan, denda karena pindah kursi, pemeriksaan scan biometris, penyaringan berlipat ganda, pemeriksaan sepatu, pengamanan syal bernada keras, tidak boleh bernyanyi, tidak boleh menyalakan flare dan bom asap,” kata perwakilan Curva Sud seperti dilansir dari Football Italia.

“Kami adalah suporter yang selalu setia mendukung tim ini kemanapun dan apapun pertandingannya di Italia dan Eropa selama lima, 10 sampai 25 tahun di Curva Sud (tribun utara). Kami semua bersatu, kami punya otak, dan kami bangga dengan model dukungan kami,” tambahnya lagi.

(din/din)