Paris – Paris Saint Germain secara resmi telah mengirim dokumen sebagai bentuk protes atas kepemimpinan wasit dalam laga menghadapi Barca di babak 16 besar Liga Champions.

Berbekal kemenangan 4-0 di kandang, PSG ternyata gagal melangkah ke delapan besar Liga Champions karena mereka ditundukkan Barca 1-6 ketika main di Camp Nou. Laga yang berjalan dramatis itu dinilai menyimpan banyak kontroversi terkait kepemimpinan wasit Deniz Aytekin.

Jurnalis Telegraph, Jason Burt, mengabarkan kalau Juara dari Ligue 1 itu sudah mengikirimkan dokumen yang terdiri dari lima halaman sebagai bentuk protes atas apa yang terjadi di Camp Nou.

Disebutkan kalau PSG memasukkan delapan peristiwa yang dinilai sebagai kontroversi dan merugikan mereka. Ditambahkan juga kalau tujuan PSG membuat laporan tersebut supaya peristiwa yang sama tidak terulang lagi di masa depan.

Sebelumnya juga telah muncul petisi online yang meminta pertandingan Barca dengan PSG diulang. Sampai Rabu (15/3/2017) sore ini, petisi tersebut sudah dapat dukungan dari 259.155 orang. PSG menyatakan mereka sama sekali tidak terkait dengan kemunculan petisi tersebut.

Dokumen-dokumen itu juga berisikan video pertandingan. Dokumen juga berisi tentang penalti yang harusnya diberikan untuk PSG karena pemain Barca melanggar Di Maria, hadiah yang diberikan kepada Barca karena Marquinhos melanggar Neymar, handball dan ditariknya baju pemain PSG oleh bek Barca Gerard Pique yang tidak berhadiah pelanggarang.

PSG dikabarkan juga telah mempekerjakan seorang ahli dan mantan wasit internasional untuk menganalisa pertandingan. PSG merasa mereka tidak mendapat rasa hormat dari wasit.

Meski memprotes keputusan-keputusan wasit, PSG menerima kekalahan yang mereka terima dan menganggapnya sebagai kegagalan sebagai sebuah tim.

(din/din)